Selasa, 28 Januari 2014

1. Global Municipal Wi-Fi Municipal Wi-Fi adalah konsep perubahan satu kota secara keseluruhan menjadi sebuah Zona Akses Nirkabel, dengan tujuan akhir yaitu membuat akses nirkabel terhadap Internet menjadi sebuah pelayanan universal. Hal ini biasanya dilakukan dengan memberikan broadband kota via Wi-Fi kepada bagian-bagian besar atau semua bagian dari satu area kota dengan menyebarkan sebuah jaringan sirat nirkabel. Rancangan penyebaran tersebut menggunakan ratusan router yang tersebar di tempat terbuka. Operator jaringan tersebut bertindak sebagai penyedia layanan internet nirkabel. Dapatkah hal ini tercipta? Sebetulnya, teknologi ini telah ada di berbagai kota di seluruh dunia. Namun, tidaklah cukup umum untuk dianggap mainstream. Biasanya, sebuah perusahaan swasta bekerja sama secara erat dengan pemerintah setempat untuk membangun jaringan semacam itu dan mengoperasikannya. Financing biasanya dilakukan baik oleh perusahaan swasta tersebut maupun pemerintah kota. Setelah beroperasi, layanan tersebut bisa gratis, yang didukung oleh iklan, dikenakan biaya bulanan per user atau beberapa kombinasi tertentu. 2. Terowongan Bawah Laut (Transatlantic Tunnel) Transatlantic Tunnel (Terowongan Bawah Laut yang Menghubungkan Amerika – Eropa) adalah sebuah rencana untuk menghubungkan Benua Amerika dan Eropa melalui terowongan bawah laut. Terowongan ini mungkin dapat dibuat, mengingat sebelumnya juga sudah ada Euro Tunnel yang menghubungkan Inggris dan Eropa. Tetapi Transatlantic Tunnel menggunakan konstruksi yang berbeda dengan Euro Tunnel. Euro Tunnel menggunakan terowongan yang menembus lapisan dasar laut (di bawah tanah di dasar laut), tetapi Transatlantic Tunnel menggunakan terowongan yang melayang di lautan dengan ribuan kabel penyangga yang ditanamkan di dasar laut. 3. Kolonisasi Samudera Kolonisasi samudera adalah teori dan praktek pemukiman manusia secara permanen di lautan. Pemukiman semacam ini bisa mengapung di atas permukaan air, atau aman sampai ke dasar laut, atau berada di tengah-tengahnya. Keuntungan dari kolonisasi samudera ini mencakup perluasan area yang dapat dihuni dan mengembangkan akses sumber daya. Pelajaran yang diambil dari kolonisasi ini dapat diterapkan kepada kolonisasi ruang angkasa. Samudera lebih mudah untuk dikolonisasi dibanding ruang angkasa. Dapatkah hal ini dilakukan? Ya, namun kenyataan-kenyataan ekonomi harus dipertimbangkan. Agar dapat bisa ditopang sendiri, koloni yang bersangkutan harus bertujuan untuk memproduksi sesuatu yang memegang keuntungan komparatif yang dapat diambil dari samudera terkait. Meskipun dapat menghemat biaya pembelian lahan, namun pembangunan struktur yang mengapung di samudera tersebuka membutuhkan biayanya sendiri. Salah satu kemungkinan yang paling realistis adalah pengiriman listrik dari energi pasang surut. 4.Bionika Bionika adalah sebuah istilah yang mengacu kepada aliran gagasan dari biologi sampai teknik dan sebaliknya. Dengan demikian, ada dua sudut pandang yang sedikit berbeda berkenaan dengan arti kata tersebut. Di bidang kedokteran, Bionika berarti pergantian atau perbaikan organ-organ atau bagian tubuh lainnya oleh versi-versi mekanis. Penanaman bionik berbeda dengan bagian badan buatan belaka dengan meniru fungsi aslinya dengan sangat persis, atau bahkan mengunggulinya. Di bidang teknologi, Bionika mengacu kepada perkembangan teknologi-teknologi tertentu yang menduplikasikan adaptasi biologis terhadap lingkungan. Contohnya adalah rangka kapal yang menduplikasi kulit seekor lumba-lumba, atau sonar, radar, dan pencitraan ultrasuara medis yang menirukan echolocation kelelawar. Di Indonesia sendiri Bionika dalam bidang kedokteran telah dikembangkan. Bionika adalah natur sains baru asli dari Indonesia, dibangun sejak 1974 dari riset (eksperimen) sehingga pengetahuan ini dilandaskan pada bukti yg didapat dari percobaan. Pengetahuan ini bertujuan untuk mempelajari semua fenomena metafisik (mistis, magis, supranatural, mukjizat) dengan pemikiran saintifik bukan dengan pemikiran mitologi maupun berdasarkan kepercayaan/religi tertentu. Landasan utamanya ialah fisika dikombinasikan dengan biologi (fisiologi) dan psikologi. Dengan pengetahuan tersebut kita bisa mengaplikasikan atau implementasikan dalam banyak persoalan. Salah satu aplikasi (implementasi) teori bionika adalah, misalnya, dalam penyembuhan. Penyembuhan ini dinamakan bionic recovery (penyembuhan bionik). Efeknya yang seolah aneh, ajaib, & sulit dipahami, menyebabkan penyembuhan ini disebut dengan banyak nama sesuai anggapan, kepercayaan, dan keyakinan tiap orang. Ada yg menyebut penyembuhan metafisik, penyembuhan reiki, penyembuhan mistis, penyembuhan mukjizat, dsb. 5. Anti-Gravitasi Anti-gravitasi adalah gagasan penciptaan sebuah tempat atau obyek yang bebas dari gaya gravitasi. Anti-gravitasi bukan berarti kurangnya beban di bawah gravitasi yang dialami di dalam penerjunan bebas atau orbit, atau penyeimbangan tekanan gravitasi dengan tekanan lainnya, seperti elektromagnetisme atau daya angkat aerodinamis. Anti-gravitasi bukan berarti melawan tekanan gravitasi dengan tekanan yang berlawanan dari alam yang berbeda, seperti balon helium; malah, anti-gravitasi mendorong penyebab-penyebab dasar tekanan gravitasi agar dibuat tidak ada atau pun tidak dapat berlaku bagi tempat atau obyek melalui jenis intervensi teknologis tertentu. Terapan-terapan praktis dari antigravitasi dimulai dari pengurangan biaya transportasi sampai ke manipulasi gravitasi di dalam ruang. Dapatkah ini diciptakan? Jawaban singkatnya adalah tidak. Namun, ada teori-teori yang menunjukkan eksistensi tersebut, atau setidaknya peluang antigravitasi. Salah satu teori paling umum adalah efek Biefeld-Brown. Efek ini secara teknik bukan antigravitasi, namun merupakan duplikasi dari efek-efek tersebut. Pada dasarnya, sejumlah besar ion yang diisi positif ditarik ke elektroda halus negatif, dimana ion-ion tersebut dinetralisir lagi. Di dalam prosesnya, ribuan dampak terjadi antara ion-ion yang diisi tersebut dengan molekul-molekul udara netra di dalam celah udara, yang menyebabkan sebuah perpindahan momentum di antara keduanya, yang menciptakan sebuah tekanan jaringan berarah pada susunan elektroda.



Bahaya Softlens Bagi Mata dan Cara Menggunakannya Dengan Benar
Jika mendengar kata softlens, apa yang akan timbul dibenak anda ?? Tentu saja panca indera penglihatan  atau mata yang akan muncul pertama di dalam pikiran kita. Softlens dulunya hanya digunakan sebagai terobosan baru bagi dunia kesehatan. Namun dewasa ini softlens bukan hanya digunakan sebagai alat bantu penglihatan melainkan sebagai  life style atau gaya hidup. Banyak orang yang menggunakan softlens sebagai gaya hidup namun terkadang mereka tidak tahu bahaya menggunakan softlens American Optometric Association (AOA) mengungkapkan kalau penggunaan softlens dekoratif (hanya untuk memperindah bola mata semata) akan sangat berbahaya jika tanpa konsultasi dokter.  Apabila tanpa konsultasi dokter, kemungkinan besar para kosumen lensa dekoratif ini tidak memiliki pengetahuan yang cukup bagaimana membersihkan dan memasang lensa dengan baik. Jika hal ini terjadi maka sudah pasti para konsumen tersebut sudah berani mengambil resiko menginfeksi mata mereka dengan bakteri, atau kerusakan yang signifikan pada fungsi mata, dan yang lebih parah adalah kehilangan penglihatan.Lensa dekoratif memiliki resiko yang sama dengan lensa korektif (untuk mata minus atau plus). Oleh karena itu jangan pernah memakai lensa dekoratif tanpa informasi dari dokter.
Bahaya / Dampak Negatif Memakai Softlens 

  • Iritasi dan mata merah
    Ini adalah bahaya softlens yang paling sering terjadi. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti debu, pemakaian yang kurang benar dan terlalu lama dipakai. Oleh karena itu, agar tidak mengalami iritasi sebaiknya jaga softlens tidak terkena debu dan pakai dengan cara yang benar. Bagaimana? Yang paling pertama dan paling utama yang harus diingat adalah tanganmu harus steril ketika memakai softlens. Pastikan juga untuk tidak memakainya terlalu lama. Tetes mata khusus softlens bisa secara rutin kamu gunakan untuk memberikan efek lega ketika memakainya.
  • Terlalu longgar atau terlalu ketat
    Softlens bisa menjadi terlalu longgar atau bahkan terlalu ketat seperti sangat menempel ke mata disebut hypoxia. Hal ini dikarenakan pemilihan kadar air yang salah ketika membeli softlens. Maka dari itu sesuaikan dengan keadaan mata. Jika matamu memang sudah memiliki banyak kandungan air mata, pilihlah softlens dengan kadar air lebih sedikit. Sedangkan mata yang cenderung kering sebaiknya pilih softlens dengan kadar air tinggi.
  • Softlens koyak dalam mata
    Softlens bisa koyak di mata. Nah, ini cenderung sangat berbahaya. Bahaya softlens ini bisa terjadi karena kamu memakai softlens saat tidur. Ketika tidur, softlens bisa bergerak-gerak di dalam mata dan bisa berisiko pecah di dalam mata. Tidak hanya itu, softlens dapat mengering karena tidak mendapatkan oksigen dan kadar air yang cukup. Nah, ketika Anda mencubit softlens dalam keadaan kering seperti itu dapat mengakibatkan softlens koyak. Karena itu juga, memang ketika ingin melepaskan softlens sangat disarankan untuk meneteskan tetes mata khusus softlens sebelumnya.
  • Infeksi kornea
    Bahaya infeksi kornea bisa terjadi jika kamu tidak merawat softlens dengan baik. Karenanya bakteri, jamur dan virus bisa tumbuh di softlens dan membuat alergi pada mata. Maka dari itu, jaga baik-baik softlens-mu ya. Jika tidak bisa seperti itu, memakai softlens sekali pakai bisa menjadi pilihan jika kamu berkekeuh untuk menggunakan softlens.

Cara Menggunakan Softlens Dengan Benar
Berikut saran dari AOA supaya dampak negatif menggunakan softlens dapat diminimalisir :

  • Temui dokter / ahli mata untuk mencari informasi dan mendapatkan lensa yang sesuai untuk mata anda dan layak pakai.
  • Jika anda akan menyentuh lensa cucilah tangan terlebih dahulu.
  • Selalu lepas softlens anda ketika anda tidur.
  • Membersihkan lensa secara rutin. Cara membersihkan yang baik adalah : usap lensa kontak dengan jari dan bilas dengan cairan pembersih sebelum menyimpan lensa dalam wadah yang sudah berisi cairan pembersih.
  • Simpanlah wadah lensa kontak di tempat yang lembab dan terlindung dari cahaya matahari langsung
  • Gantilah wadah lensa setiap minimal 3 bulan sekali.
  • Untuk menyimpan lensa, gunakan cairan pembersih yang masih baru. Jangan gunakan cairan yang sudah dipakai, meskipun terlihat bersih tetapi mengandung bakteri yang bisa membahayakan mata anda.
  • Patuhi jadwal penggantian lensa kontak sesuai anjuran dokter.
  • Temui dokter mata anda untuk memeriksakan mata anda secara rutin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar